Mengapa saya butuh asuransi??


Mengapa saya butuh asuransi?

Mungkin beberapa orang masih berfikir tabu tentang asuransi, berfikir bahwa asuransi menghitung probabilitas kematian seseorang, berfikir bahwa asuransi memberikan kerugian, dan berfikir bahwa “saya belum butuh asuransi masih merasa sehat, muda, wibawa“..
Namun tahukah anda? Bahwa keterlambatan mengasuransikan diri anda, menentukan nasib anda kelak di masa depan..

Melihat negara-negara maju yg sudah sadar akan pentingnya asuransi jiwa, berbeda dengan penduduk Indonesia yg baru sekitar 2% dari penduduknya mengasuransikan jiwa mereka..
Harta, mobil, rumah, mereka asuransikan semua, namun 1 hal yang paling penting yaitu JIWA, mereka enggan mengasuransikannya.. WHY?

Berikut ini beberapa komentar dari para nasabah yang telah sadar akan pentingnya asuransi jiwa bagi diri mereka :

1. Bapak James
Asuransi itu seperti Lampu Minyak, berguna jikalau mati lampu. Kalau tidak ada Lampu Minyak, kamu tidak bisa belajar karena gelap gulita. Jadi, Papa selalu mempersiapkan Lampu Minyak dengan baik, sehingga kamu tidak akan terganggu belajar di malam hari.” Itu kata-kata dari Papaku sewaktu aku masih duduk di SD kelas 3 tahun 80an.
Waktu aku lulus S1 jurusan Teknik Informatika, Papaku memberi kartu ucapan selamat menjadi Sarjana dengan latar belakang gambar Lampu Minyak. Dan pada saat aku, istri dan anakku masuk rumah baru, Mamaku membawa Lampu Minyak ke dalam rumah baru kami. Tanpa ragu aku mengikuti jejak Papa dan Mama aku untuk membeli ‘Lampu Minyak’ buat keluarga aku. Sekarang tugas aku untuk mengajarkan ‘Lampu Minyak’ itu kepada anakku. Terima kasih Tuhan atas pengajaran ini, Amin – James

2. Ibu Ivon Ictavia
“Merasa masih muda dan sehat, saya tidak pernah tergerak membeli asuransi, meskipun agen asuransi lalu-lalang. Belum butuh, alasan saya.”
”Sudah butuh artinya sudah terlambat, Mbak,” ujar mereka.
Satu peristiwa mengubah pandangan saya. Teman saya divonis kanker usus stadium akhir. Ironisnya, istrinya baru saja melahirkan anak pertama. Saat hari yang ditakutkan itu tiba, kata-kata terakhir untuk istrinya adalah
”Saya selamanya sayang kamu. Jaga anak kita baik-baik ya.” Tapi bukan cuma itu peninggalan teman saya. Saya terkejut mendapati  ia meninggalkan warisan cukup besar. ”Kapan ia menyiapkan semua itu?” tanyaku. ”Sebelum menikah,” ujar istrinya. ”Katanya supaya sebagian dirinya bisa terus menjaga saya kalau ia dipanggil duluan.”
Mana sangka ketika agen yang saya pilih bertanya alasan saya membeli asuransi, saya menjawab dengan senyum ”Saya ingin meninggalkan lebih dari sekedar kata perpisahan untuk orang yang saya cintai. Seperti almarhum teman saya.”  – Ivon Octavia

Sumber : http://www.facebook.com/notes/prudential-indonesia-official-fan-page/cerita-pemenang-lomba-ayo-berbagi-cerita-asuransi/303409726376326

 

Saya (Rininta Dwi Anggriary), agen Asuransi Prudential dan saya berlisensi :)

Silakan diskusi seputar proteksi kesehatan dan investasi cerdas keuangan anda

Contact me : rinintadwia@gmail.com

2 Tanggapan to “Mengapa saya butuh asuransi??”

  1. rahmat irfandi Says:

    I like it

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: