Kecerdasan Kepribadian


Kecerdasan Kepribadian (Personality Quotient) bukanlah suatu hal yang bisa diukur, namun terjadinya suatu peningkatan kualitas kepribadian, secara tidak langsung dapar dirasakan dan dilihat melalui tumbuhnya keinginan untuk meningkatkan kualitas diri secara terus menerus.

Untuk mencapai dan meningkatkan kecerdasan kepribadian (PQ) dan dapat mengaktualisasikan potensi yang telah اَللّهُ berikan, dilakukan pendekatan secara Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ)
Pendekatan tersebut bertujuan mengatasi problem terbesar orang-orang dalam menghadapi gelombang proses modernisasi yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai kehidupan, yang cenderung menimbulkab kerentanan, krisis kepribadian, disorientasi hidup, stres, depresi, gelisah, tak bahagia, dan bahkan sebagian menjadi psikopat.
Seseorang perlu mengenali dan memahami diri sendiri lalu mengembangkan pemahaman tersebut agar dapat menjalin hubungan horizontal yang baik yang berujung pada pembentukan kepribadian yang baik pula.
Kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kemampuan beradaptasi, dan kerjasama merupakan butir-butir yang perlu dikenali lebih dalam untuk peningkatan Kecerdasan Kepribadian

1. Kecerdasan Intrapersonal

Dimana seseorang mampu mengontrol emosi, unggul pada saat kritis dan krisis, bahkan menjadi motivator untuk orang lain, dengan hanya sedikit bersuara tetapi menunjukkan tampilan diri yang meyakinkan dan berketeladanan
Pengembangan kecerdasan intrapersonal dapat dilakukan melalui refleksi diri, penerimaan diri, teknik metakognitif (intuisi), strategi berfikir dalam, mengolah emosi, prosedur mengenal diri, melatih kepenuhan diri, melatih konsentrasi, dan latihan melihat ke dalam diri.
Orang yang kecerdasan intrapersonalnya tinggi., umumnya merupakan orang yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang cukup.

2. Kecerdasan Interpersonal

Kemampuan sosial, mencakup memimpin, mengorganisasikan, menangani perselisiham antar orang lain, memeperoleh simpati dari yang lain, dll. Kecerdasan ini berfungsi untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain, peka pada ekspresi wajah, suara, dan gerak tubuh orang lain, serta mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi.

3. Kemampuan beradaptasi

quotes dari Bill Gates “Siapa yang cepat, dialah yang akan mendapatkan kesempatan yang pertama”. Hal ini menunjukkan kemampuan seseorang untuk mnegubah dan bereaksi secara cepoat pada sirtuasi tertentu

4. Kerjasama

untuk dapat begerak sebagai suatu “TIM” maka harus sudah tahu apa tujuan dari di bentuknya tim tersebut. Perumusan suatu tujuan selalu ada penyesuaian. Modal awal adalah tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: