Together Everyone Achieves More = TEAM


Terinspirasi dari dosen mata kuliah MANAGEMENT bapak Triarko Nurlambang (gelarnya lupa pak, saking kebanyakan,hehhe..) yang oke banget, akhirnya jadi pengen nulissss, hahaha…

Oke let’s start..

ya sesuai judulnya, untuk sukses dalam sebuah TIM, kita butuh komunikasi dan kerjasama.

COMMUNICATION+Co-OPERATION=SUCCESS

sebelum membahas lebih lanjut, mungkin kita akan perkenalan terlebih dahulu:

Apa sih TIM?

TIM adalah Satu kumpulan individu yang ada atau tergabung dalam satu sistem sosial yang lebih besar, seperti organisasi. Mereka dapat dikenal (identifikasi) oleh mereka sendiri dan juga pihak lain sebagai sebuah tim yang memiliki tujuan bersama, kesepakatan bekerjasama dan standar kerja serta prestasi disepakati.

    Mengapa kita butuh TIM?

    1. Karena kekuatan TIM lebih baik dibandingkan INDIVIDUAL
    2. TIM KERJA yang baik akan menghasilkan SINERGI yang lebih baik

      Tapi disamping itu, sebuah TIM juga mempunyai beberapa resiko dalam perjalanannya:

      Resiko membangun TIM

      1. Dapat memakan waktu lebih lama bahkan tidak jarang tidak cukup waktu
      2. Timbul kebingungan , tidak terkendali dan tidak beraturan dalam mengambil keputusan
      3. Seringkali dipandang ‘negatif’ oleh ‘aliran lama’
      4. Membutuhkan proses yang cukup lama dalam membentuk tim yang kuat
      5. Perlu perhatian khusus dalam memelihara TIM KUAT Perlu perhatian khusus dalam memelihara TIM KUAT

        Kunci membangun TIM

        • Mampu memotivasi lingkungan kerja
        • Berbagi tanggungjawab dan rasa memiliki
        • Respons yang lebih cepat terhadap dinamika (teknologi)
        • Klasifikasi pekerjaan lebih sederhana
        • Lebih dapat menerima nilai-nilai informal dan baru (termasuk rekan kerja yang baru)
        • Memiliki komitmen yang selaras dalam mencapai tujuan
        • Pendekatan pro-aktif
        • Penghargaan terhadap diri lebih baik
        • Meningkatkan komunikasi sehingga proses pengambilan keputusan lebih baik, berbagi pengetahuan, dan lebih mampu  waspada terhadap ‘ancaman’
         

        Pada kenyataannya, tim yang efektif dibangun dari suatu perjalanan pengalaman yang kaya dari masing-masing anggota sehingga dapat saling mempengaruhi dan berbagi serta dapat merubah dan membentuk satu pola perilaku baru yang sinergis diantara mereka

        Tahap membangun TIM

        • Forming (pembentukan)
        • Storming (banyak gangguan)
        • Norming (menciptakan norma)
        • Performing (prestasi)

        SUPERLEADERSHIP

        • “GIVE A MAN FISH,   AND HE WILL BE FED FOR A DAY”

        (berikan ikan, dan dia akan dapat makan sehari)

        • TEACH A MAN TO FISH,  AND HE WILL BE FED FOR A LIFETIME”

        (ajarkan dia cara memancing, dan dia akan dapat makan sepanjang hidupnya)

        Bagaimana Superleader membantu pengikutnya untuk menemukan potensi dirinya ?

        Bagaimana Superleader membantu pengikutnya menjadi “Self leader” yang positif dan efektif ?

        • Langkah pertama adalah memahami “self leadership”, yaitu: cara kita mempengaruhi kita sendiri untuk meningkatkan kepuasan dan kinerja kita sendiri
        • Jika kita telah memahami “self leadership”, maka selanjutnya kita dapat berkonsentrasi pada bagaimana kita dapat membantu orang lain untuk menjadi “self leader” yang lebih baik.

        Superleader, merubah dari ketergantungan (dependence) kepada eksternal manajemen menjadi kemandirian (independence à Self-Leadership)

        DARI MENJADI
        • Observasi dari luar (eksternal)
        • Mencapai sasaran yang ditugaskan
        • Memotivasi didasarkan atas kompensasi eksternal
        • Kritik dari luar (eksternal)
        • Pemecahan masalah eksternal
        • Perencanaan eksternal
        • Desain tugas eksternal
        • Berfikir yg menghambat (“obstacle thinking)
        • Taat pada visi organisasi

         

        • Observasi sendiri
        • Menyusun sasaran sendiri
        • Motivasi juga didasar-kan atas penghargaan yg bersifat alamiah dari pekerjaan
        • Kritik sendiri
        • Pemecahan masalah sendiri
        • Perencanaan sendiri
        • Desain tugas sendiri
        • Opportunity thinking
        • Komit kepada visi bahwa pengikut dibantu untuk menciptakannya

         

         

        THE WINNING TEAM

        1. Ciptakan dan rekrut orang yang tepat
        2. Bangun budaya TIM
        3. Lakukan Pengembangan dan Pembelajaran terus menerus
        4. Adakan staf pendukung dan alur kerja yang efisien
        5. Terus bangun kekuatan TIM KERJA, ciptakan insentif yang memadai dan RAYAKAN SETIAP KEBERHASILAN

        TEAM WORK TEREFEKTIF :

        Team F1

        Tim pemadam kebakaran

        Team Rescue

        BE A GOOD TEAM..!!!!

        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

        Foto Google+

        You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

        Connecting to %s

        %d blogger menyukai ini: