Karir?? Surga?? Keduanya??


Jika seorang wanita tidak berbahagia dalam hubungan keluarganya, dia tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya. Namun jika seorang pria tidak berbahagia dalam pekerjaannya, ia tidak dapat memusatkan perhatiannya pada hubungannya.

Jaman moderenisasi seperti saat ini, sudah tidak seperti jaman Siti Nurbaya lagi, dimana wanita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengurus keluarga saja. Tetapi saat ini banyak wanita karir demi melengkapi kebutuhan hidup karena tuntutan hidup yang semakin tinggi demi terpenuhinya kesejahteraan keluarga.
Tetapi ironisnya, tingkat EMOSIONAL dari wanita menjadi meningkat. Apakah ini terpengaruh dari beban pekerjaan yang semakin memutar otak?? atau lingkungan yang membuat evolusi pemikiran baru??
Secara alaminya pria yang emosional mampu menyerang sedangkan wanita yang emosional lebih mengutarakan perasaannya.

Berdasarkan hasil pengamatan saya pada beberapa kasus dari pengalaman hidup saya, banyak saat ini wanita karir yang menjadi kurang thoat kepada suaminya, ntah mengapa. Mungkin bisa di karenakan dia merasa memiliki POWER dalam keluarga, dapat meraih apa yang diinginkan sendiri tanpa bantuan dari suaminya sehingga timbul EGOISME yang lebih TINGGI, merasa “saya mampu”. TETAPI sesungguhnya bathinya menjerit, jiwa dapat berkata lain, tapi hati tidak bisa berbohong.
Kodratnya Istri menginginkan perhatian dari suaminya, menginginkan cinta, romansa, dan komunikasi. Sementra pria butuh pengakuan bahwa dirinya berhasil dengan apa yang dilakukan dan yang dihasilkannya mencukupi.

Seorang wanita meninggalkan pria bukan karena tidak bahagia dengan apa yang di berikan suaminya, tetapi karena dia merasa tidak dicukupi kebutuhan emosinya.
Wanita menginginkan hubungan dan kerjasama, sementara lelaki menginginkan kekuasaan dan kedudukan.
Hal ini wajar dan alamiah terjadi pada diri setiap manusia. Inilah PRIA dan WANITA.

Jalan paling tepat dari solusi kasus ini adalah KOMUNIKASI dan MUSYAWAROH.

Musyawarohkan apa yang menjadi keinginan suami, dan apa yang jadi keinginan istri.
Selalu luangkan waktu di tengah-tengah kesibukan suami atau istri.
Memang kehidupan saat ini menuntut kerja keras yang lebih, namun alangkah indahnya jika semua berjalan dengan ridho suami.
DUNIA dapat, AKHIROTpun dapat..
Redam masing-masing ego, dan perbanyak berfikir kedepan, visioner, karena jika hanya menuruti ego masing-masing, bagaimana mau tercipta keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, harmonis, romantis, rukun, dan kompak??

Jika benar-benar mengharuskan wanita berkarir, pilih pekerjaan yang barokah, keluarga teramut maksimal, pekerjaanpun tidak terbengkalai.
Alangkah Maha Besar ALLAH, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang yang selalu memberikan rezeki kepada setiap manusia. Nikmat terbesar dan tak tergantikan adalah KEIMANAN.

KARIR?? SURGA?? atau KARIR DAN SURGA??

SELALU BERSYUKUR..!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: